Beli Mobil Pakai Sisa THR, Bisa dengan Cara Ini



Sebagian orang bahagia mendapatkanTHR dari kantor. Tapi tak jarang membuat mereka tidak terkontrol atau seenaknya saja dalam berbelanja. Padahal jika digunakan dengan bijak, ada banyak yang bisa dilakukan denganTHR. Misalnya saja untuk menyicil mobil impian.

Perlu diketahui bahwa pemberian THR di antaranya dimaksudkan untuk memenuhi pengeluaran yang lebih besar dari biasanya pada hari raya. Walau demikian, ada baiknya selalu mengutamakan semua kebutuhan wajib sebelum merealisasikan yang 'sunah'.

Beberapa pengeluaran yang normal untuk dikeluarkan pada hari raya di antaranya yaitu pengeluaran zakat infak sedekah, kebutuhan makanan dan minuman, pakaian, transportasi dan mudik, serta tagihan-tagihan pada umumnya, seperti listrik, internet, atau air.

Namun tak jarang juga, di momen Lebaran seperti belakangan ini ada yang berencana memiliki mobil baru.

Nah jika kamu salah satunya, ada cara supaya bisa lebih hemat. Ikuti saja program Rejeki THR (Toyota Hadiah Ramadhan). Program kerja sama detikcom dengan Toyota ini menawarkan hadiah undian yang sangat menguntungkan.

Hadiah yang ditawarkan terdiri dari 1unit New Alphard, 3 unit Fortuner TRD, dan 9 unit Kijang Innova 2.0. Undian hadiah tersebut bisa kamu dapatkan dengan melakukan pembelian mobil Toyota selama April hingga Juni 2019.

Cara mengikuti program ini pun sangat mudah.
1. Masuk ke microsite www.detik.com/thrtoyota

2. Isi form pendaftaran yang tersedia dengan lengkap

3. Beri alasan seunik mungkin kenapa kamu ingin mendapatkan hadiah Rejeki THR

4. Kamu akan mendapatkan satu refferal code yang bisa ditukarkan di website www.toyotathr.id setelah melakukan pembelian mobil Toyota

Selain hadiah mobil mewah, ada juga kesempatan mendapatkan voucher belanja dengan total hadiah sebesar Rp 50 juta untuk alasan paling menarik.

Periode pendaftaran dimulai 13 Mei hingga 30 Juni 2019. Pengumuman pemenang akan dilakukan dalam 3 periode, yaitu pada 23 Mei, 12 Juni, dan 30 Juni 2019. Untuk informasi lebih lengkap, silakan cek di sini. DTK


Satu Lagi Perusahaan Besar Hengkang dari Batam



kata-data - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan sebuah perusahaan besar yang beroperasi di Kawasan Industri Mukakuning dipastikan tutup atau tidak beroperasi lagi.

“Ada satu lagi tutup, kalau tak salah PT Foster Electronic Indonesia di Kawasan Industri Muka Kuning. Namun, prosesnya sudah selesai,” kata Rudi, Kamis (13/6/2019).

kata dia, perusahaan yang memproduksi barang elektronik berupa speaker atau pengeras suara itu sudah melaporkan kondisi perusahaannya sejak tahun lalu.

Berdasarkan data yang diterima Disnaker, jumlah pekerja permanen tidak terlalu banyak sedangkan lainnya merupakan karyawan kontrak.

“Sudah mereka selesaikan dari tahun lalu. Jadi yang permanen sudah diselesaikan haknya, sedangkan yang kontrak menunggu kontrak habis dan tidak disambung lagi,” jelasnya.

Menurutnya, karena proses sudah bertahap dari tahun lalu semua berjalan dengan baik. Meski laporan finalisasi belum disampaikan ke Disnaker, namun sejauh ini lanjut dia, karyawan perusahaan tersebut tidak ada yang menyampaikan keluhan kepada pihaknya.

“Kalau ada masalah pasti karyawan sudah lapor. Kami tinggal menunggu dari pihak mereka melaporkan hasil penyelesaian dengan karyawan saja lagi,” imbuhnya.

Mengenai perusahan yang akan hengkang ke luar Kota Batam, Rudi mengungkapkan tidak ada informasi resmi dari mereka.

“Yang jelas mereka tidak beroperasi lagi di Batam. Selanjutnya ke mana itu tergantung mereka. Paling penting itu nasib karyawan terselesaikan,” tambahnya.

Disinggung mengenai persaingan kerja di Batam pascalebaran? Rudi menjelaskan pencari kerja ke Batam mengalami peningkatan usai lebaran. Perpindahan penduduk ini sudah menjadi tren setiap tahunnya.

“Masalahnya mereka yang datang ini tidak bisa memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan, sehingga angka pencari kerja bertambah. Mereka kebanyakan terbentur di tinggi badan,” tambahnya.

Pertumbuhan perusahaan selalu ada. Seperti yang dirilis pengelola kawasan industri beberapa waktu lalu. Artinya, kebutuhan akan terus ada. “Sekarang apakah mereka bisa bersaing. Itu saja persoalannya,” lanjut Rudi.

Sejauh ini belum ada informasi terkait penambahan perusahaan yang akan menutup operasi mereka di Batam. Dia berharap hal ini bisa bertahan hingga akhir tahun nanti. “Mudah-mudahan jangan ada lagi, jadi sektor industri ini bisa terus tumbuh ke depannya,” sebutnya.

Berdasarkan data terakhir dari Disnaker, jumlah perusahaan dan usaha yang tutup di Kota Batam mencapai 62 perusahaan dan merumahkan 32.478 pekerjanya selama 2018 lalu.(yui) jpnn

Angka Penjualan Mobil Diperkirakan Tertekan Sepanjang Tahun 2019


Penjualan mobil sepanjang 2019 diperkirakan tidak dapat tumbuh setinggi tahun sebelum yang meraih angka 1,15 juta unit. Daya membeli masyarakat yang diproyeksikan dapat sembuh sementara musim Pemilu, ternyata belum sekuat perkiraan pasar.

Biasanya, sementara musim Pemilu mengonsumsi masyarakat dapat tinggi. Apalagi di sementara sejalan pada kuartal selanjutnya pemerintah menggelontorkan pemberian sosial. Asumsi itu ternyata tak terbukti dikarenakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2019 lebih rendah dari prediksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian pada kuartal pertama 2019 cuma 5,07%. Sedikit lebih tinggi dari periode yang serupa tahun selanjutnya di 5,06%. Padahal, konsensus pasar memperkirakan angkanya meraih 5,2%.

Belum kuatnya mengonsumsi termasuk tercermin dari data penjualan mobil yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang kuartal pertama tahun ini. Angkanya secara tahunan (year on year/yoy) turun 13,1% menjadi sebanyak 253.863 unit.

Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus didalam laporannya hari ini, Kamis (16/5) mengatakan, pelemahan penjualan mobil terjadi, tak hanya pelemahan konsumsi, termasuk dikarenakan menurunnya nilai rupiah dan harga komoditas.

Ia memperkirakan angka penjualan mobil 2019 dapat serupa bersama tahun lalu. “Kalau bicara musim, pada kuartal kedua alami sedikit perbaikan, dan pada kuarta keempat kebanyakan tumbuh lebih kencang, namun secara total tahun ini, penjualan mobil diperkirakan belum dapat mengalami kenaikan,” kata Anthony. Penjualan mobil, menurut dia, bisa naik sampai double digit, seumpama ekonomi tumbuh kira-kira 7%.

Turunnya angka penjualan mobil termasuk dipicu persaingan ketat para produsen dikarenakan masuknya pemain dan varian baru. Harga-harga mobil sementara ini memadai bersaing, layaknya keluaran Wuling, Mitsubishi Xpander, dan Nissan.

Masyarakat merespon positif ekspansi Wuling. Terbukti, pertumbuhan penjualan produsen mobil asal Tiongkok itu meraih 2% didalam setahun terakhir. Wuling bahkan udah menyediakan fasilitas pembiayaan untuk menambahkan kemudahan akses dana bagi pelanggannya.

Untuk product terbarunya Almaz, Wuling mencatat Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) meraih dua ribu unit pada April lalu. Total penjualannya sejak dilucurkan pada Februari 2019 meraih 980 unit.
Nissan tetap tawarkan diskon kira-kira 2% untuk product Livina dan Serena style terbaru. Mitsubishi tetap berikan diskon 1% varian Xpander demi mempertahankan pangsa pasar.

Bahana memperkirakan sepanjang 2019, perang diskon untuk mendorong penjualan mobil dapat menyusut berarti dikarenakan para produsen mulai melindungi margin keuntungan. Astra International sebagai produsen mobil terbesar di Indonesia tak lagi gencar melaksanakan itu. Perusahaan mengambil alih trik bersama mengeluarkan style terakhir Avanza dan Xenia.

Strategi itu terbukti memadai berhasil. Pangsa pasar perusahaan berkodem saham ASII ini naik 53% pada kuartal pertama 2019, dibandingkan periode yang serupa tahun selanjutnya cuma 49%. Karena itu, Bahana merekomendasi saham ASII layak dibeli bersama tujuan Rp 8.300 per lembar saham.

Bahana memperkirakan pendapatan Astra pada 2019 naik kira-kira 4% menjadi Rp 249,3 triliun, dan laba bersih diperkirakan naik kira-kira 5% secara tahunan menjadi Rp 23 triliun.

Selama Kuartal I 2019 Toyota Alami Pertumbuhan Ekspor 2%


Ekspor Toyota pada kuartal I 2019 sebesar 46.130 unit atau tumbuh 2% dibandingkan pada periode yang sama pada tahun lalu, yaitu 45.350 unit. Kontributor terbesar di dalam peningkatan ekspor ini yaitu oleh style Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner.

Fortuner merupakan buatan Pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Model ini laris di pasar kawasan GCC, Amerika Selatan, dan ASEAN, yaitu denga menyumbang 11.165 unit atau 24% dari total ekspor kendaraan utuh (Complete Build-Up/CBU).

Selain itu, ekspor SUV kecil Rush sebanyak 8.800 unit atau sebesar 19%, dan style hatchback Agya dengan volume 8.600 unit atau sekitar 18% ikut mendulang pertumbuhan ekspor.

Sedangnkan brand Toyota lain layaknya Vios sebesar 5.500 unit, Avanza 5.780 unit, Town Ace/lite Ace 3.715 uit, serta Kijang Innova, Sienta, dan Yaris dengan total 2.570 unit.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Ekstranal PT TMMIN mengatakan, meski keadaan makro ekononomi dunia masih tidak menentu, Toyota menargetkan ekspor di atas 5% pada tahun ini. Oleh sebab itu, Toyota fokus mencari pasar-pasar baru non tradisional untuk capai target tersebut.
"Sejak 5 tahun terakhir, Fortuner berkelanjutan menjadi style SUV penyumbang terbesar bagi prestasi ekspor Toyota Indonesia," ujarnya di dalam siaran pers, dikutip Jumat (10/5).

Selain mengekspor kendaraan utuh, perusahaan ini terhitung mengirim kendaraan 1/2 menjadi atau Complete Knock-Down (CKD), mesin utuh, serta komponen kendaraan. Hingga bulan Maret 2019, TMMIN sukses mengeskpor unit Complete Knock-Down sebanyak 9.900 unit, mesin utuh bensin 25.750 unit, mesin utuh etanol sejumlah 2.360 unit, serta komponen kendaraan 26 juta unit.

Adapun sejak pengapalan perdana pada tahun 1987 hingga selagi ini, Toyota sukses mengekspor kendaraan utuh sebanyak 1,5 juta unit, dengan estimasi nilai ekspor lebih dari US$ 28,8 miliar. Hingga kini, product otomotif di dalam negeri sanggup menembus lebih dari 80 negara target ekspor di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika.

"Capaian ini tidak lain mendapat dukungan oleh kemampuan brand Toyota yang terbukti sanggup memenuhi keperluan pelanggan di beragam belahan dunia," ujarnya.