Viral Foto Leher Anggota Polisi Tertancap Panah di Papua, Beginilah Kondisinya Sekarang


kata-data.com - HEBOH! foto viral leher anggota polisi tertancap panah di lokasi kerusuhan Papua, yang diketahui anggota polisi tertancap panah di leher masih hidup.

Sebuah foto viral panah menancap di leher anggota polisi itu, tersebar hingga jadi viral di media sosial (medsos).

Kini, sosok anggota polisi terluka tertancap panah di Papua bernama Bripda Dedi dirawat intensif, hingga simak sosok Serda Rikson gugur tertancap panah di Papua.

WartaKotaLive melansir TribunMedan, Bripda Dedi yang termasuk dari lima personel TNI-Polri yang terluka saat terjadi bentrok dengan massa di Distrik Waghete, Deiyai, Papua, dinyatakan masih hidup.

Fotonya kena panah di bagian leher menjadi viral.

Menariknya dia masih sanggup bertahan, kendati panah itu masih dalam posisi menancap di tubuhnya.

Panah tidak langsung dicabut, karena dikhawatirkan jika segera dicabut dari bagian leher maka dia akan kehilangan banyak darah.



Panah masih menancap di leher Bripda Dedi saat mendapat perawatan usai bentrok kerusuhan di Papua. (ISTIMEWA)
Awalnya Bripda Dedi dikabarkan meninggal dunia setelah mendapat luka panah di bagian leher.

“Setengah jam lalu mereka sudah dievakuasi ke Timika dengan helikopter,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto saat dihubungi melalui telepon, Kamis (29/8/2019).

Ia membantah informasi yang menyebut salah satu korban luka, Bripda Dedi yang terkena panah pada bagian leher telah meninggal dunia.

“Kita kroscek dulu ya karena baru dievakuasi,” jelasnya.

Setelah insiden tersebut Bripda Dedi mendapat perawatan intensif dan dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

Dalam foto yang beredar di grup WhatsApp, tampak Bripda Dedi mengalami luka panah di bagian leher.

Beberapa rekannya tampak menolong Dedi, mereka berusaha melindunginya dari serangan massa yang mengamuk.

Setelah dievakuasi, Bripda Dedi masih bisa duduk dan sanggup bertahan dari panah yang menancap pada lehernya.

Selain Bripda Dedi, dua rekan dari Polri juga terkena panah, yakni Bripka Rifki dan Barada Akmal.

Dari TNI, Serda Rikson Edi Candra meninggal dunia dan dua rekannya Sertu Sunendra dan Serka Arif Y terluka kena panah dan senjata tajam.

Sebuah panah masih menancap di leher Bripda Dedi saat terhadi bentrok pada kerusuhan di Papua.
Sebuah panah masih menancap di leher Bripda Dedi saat terhadi bentrok pada kerusuhan di Papua. (Istimewa)
Sebelumnya diberitakan, bentrok antarmassa dengan aparat keamanan terjadi di Kabupaten Deiyai, Papua, pada Rabu (28/8/2019) siang.

Massa pada saat itu ingin kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan tidak rasisme kepada mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Eko juga memastikan ada perampasan senjata yang dilakukan massa, namun ia belum dapat memastikan jumlahnya.

Menurut Eko, kini situasi di Distrik Waghete, Deiyai, sudah berangsur kondusif dan massa telah membubarkan diri sejak pukul 16.00 WIT.

Kini, sambung Eko, Dandim 1705/Paniai, bersama Bupati Deiyai dan para tokoh masyarakat setempat sedang berkumpul untuk mengatasi masalah tersebut.

Akibat kejadian tersebut, Serda Rikson gugur karena mengalami luka terkena senjata tajam sejenis parang dan luka panah di bagian kepala.

Sementara Kapolda Papua Irjen Pol Rudolph A. Rodja memastikan bentrokan tersebut juga menyebabkan 2 orang dari massa tewas.

Serda Rikson Gugur dalam Bentrokan


Serda Rikson
Anggota TNI Angkatan Darat, Serda Rikson Adi Candra gugur saat bertugas di Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019).

Serda Rikson meninggal akibat terkena panah dan sabetan senjata tajam dari massa.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyesalkan gugurnya seorang anggota TNI dalam peristiwa unjuk rasa berujung ricuh di Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019).

Saat itu, Serda Rikson sedang menjalankan tugasnya menjaga kendaraan berisi senjata.

Tiba-tiba massa yang berjumlah seribuan orang, menyerang personel TNI dan Polri.

Massa yang bertindak brutal tersebut juga menyasar kendaraan berisi senjata api.

Serda Rikson, yang mendapat tugas jaga, mendapatkan serangan bertubi-tubi dari massa. Ia terkena panah dan sabetan senjata tajam dari massa.

Serda Rikson akhirnya gugur setelah berjuang mempertahankan kendaraan berisi senjata hingga titik darah penghabisan.

Foto-foto jenazah Serda Rikson dan mobil yang dijaganya hingga titik darah penghabisan, beredar di sejumlah grup WhatsApp (WA). Ucapan simpati pun mengalir kepada Serda Rikson yang teguh mengemban tugasnya.

“Peristiwa di Deiyai ini kita sesalkan, sehingga akhirnya ada rekan kita satu anggota TNI yang gugur,” ujar Tito Karnavian, ditemui setelah pembukaan Rakernis Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).

Tito Karnavian menjelaskan, anggota TNI yang gugur tersebut mengalami luka bacok dan luka panah. Korban tengah menjaga kendaraan berisi senjata, di mana akhirnya senjata tersebut dirampas.

“Dia sedang menjaga kendaraan, menjaga senjata yang disimpan dalam kendaraan. Kemudian dilukai dan akhirnya Dibacok, (terkena) panah, (kemudian) gugur. Senjatanya dirampas,” ungkapnya.

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan, jenazah Serda Rikson dievakuasi Nabire melalui jalan darat, sebelum akhirnya dibawa ke Palembang.

Saat ini, jenazah Serda Rikson telah diterbangkan dari Timika, Papua memakai pesawat Garuda menuju Palembang.

Direncanakan, jenazah Serda Rikson akan tiba di Palembang pukul 18.30 WIB, Kamis (29/8/2019).

Berikut seputar sosok Serda Rikson:

1. Sudah 2 Bulan Tugas di Papua

Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, Serda Rikson merupakan prajurit organik Kodam II Sriwijaya dari Yonkav 5 DPC Karang Endah Muaraenim.

Almarhum sudah bertugas selama dua bulan di Papua dari masa tugas selama satu tahun.

“Ada sebanyak 85 prajurit yang diberangkatkan bersama almarhum. Prajurit yang diberangkatkan, disebar dalam bertugasnya ke Kodim,” ujarnya.

Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, Serda Rikson bertugas di kantor Bupati Deiyai.

Ia bertugas dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa dari kelompok masyarakat Papua yang menuntut adanya rasisme kejadian di Surabaya pukul 13.00 WIT (waktu Papua).

“Aksi demo berlangsung pukul 14.00 masa bertambah banyak. Terjadi bentrokan, gugurlah Serda Rikson,” kata dia.

2. Biodata Serda Rikson

Serda Rikson Edi Candra lahir di Jambi 25 Mei 1981.

Ia meninggalkan istri bernama Endang Susilawati dan dua anak bernama Richard D (13) dan Shakira NK (9).

Serda Rikson merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Suwardi dan Armaneli.

3. Akan Dimakamkan Secara Militer

Saat ini, jenazah Serda Rikson telah diterbangkan dari Timika, Papua memakai pesawat Garuda menuju Palembang.

Direncanakan, jenazah Serda Rikson akan tiba di Palembang pukul 18.30 WIB, Kamis (29/8/2019).

Menurut Kapendam II Sriwijaya, jenazah Serda Rikson akan disambut dengan penyambutan secara militer.

“Direncanakan, akan disambut dengan penyambutan secara militer sebagai penghormatan kepada almarhum. Nantinya, akan disambut langsung Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial,” ujarnya.

Setelah tiba di Palembang dan disambut secara militer, jenazah akan langsung dibawa ke Karang Endah, tepatnya di dekat Stasiun Karang Endah, Muaraenim untuk disemayamkan.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di TMP Kusuma Bangsa Prabumulih secara militer.

4. Ucapan Duka

Ucapan duka atas gugurnya Serda Rikson terus mengalir.

Satu di antaranya dari Kapendan II Sriwijaya, didampingi Kasi Opini Media Cetak Mayor CAJ Heri.

“Kami merasa kehilangan karena Serda Rikson Edi Candra merupakan prajurit kusuma bangsa TNI Angkatan Darat”

“Almarhum ditugaskan di situ memiliki jasa yang besar mengamankan, karena situasi kurang menguntungkan beliau gugur sebagai kusuma bangsa,” ungkap Kapendam.

Begitu juga di media sosial, terlebih setelah akun Twitter Pusat Penerangan TNI, memajang ucapan duka.

“Turut berduka cita atas gugurnya rekan kami di medan tugas dlm rangka pengamanan aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Deiyai Papua”

“Selamat jalan kawan tunai sudah darma baktimu, doa kami slalu menyertai, kami lanjutkan perjuangan dan pengorbananmu,” tulis akun @Puspen_TNI. (*)



0 Comments

Post a Comment